Kiai Dalhar mewarisi semangat dakwah dan perjuangan dari ayah dan kakeknya. Sejak kecil, beliau haus akan ilmu agama, dengan mengaji dan belajar di pesantren. Pada umur 13 tahun, Nahrowi (Dalhar kecil) mulai belajar mondok. Ia mengaji kepada Mbah Kiai Mad Ushul di kawasan Mbawang, Ngadirejo, Salaman, Magelang.
K. H. Nahrowi Dalhar bin Abdurrahman (lahir: 10 Syawal 1286 H/ 12 Januari 1870 dan wafat: Rabu Pon, 29 Ramadhan 1890 - Jimakir 1378 H atau 8 April 1959) adalah seorang Ulama', Wali dan Sesepuh masyarakat di Magelang dan sekitarnya. Beliau juga pengasuh Pondok Pesantren Darussalam [1], Watucongol, Gunungpring, Muntilan, Magelang .
Hasil didikan Mbah Sholeh Darat, dapat ditelusuri dari nama-nama berikut ini, yang merupakan tokoh-tokoh besar Indonesia, antara lain: Hadratu Syekh KH Hasyim Asy'ari (Pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), KH Amir Idris (pekalongan), KH Dahlan Tremas, KH Dimyathi Tremas, KH Dalhar Watucongol (Magelang).
Mbah Dalhar Watucongol Muntian . sahabat, para ulama dan santri-santri beliau. Kiai Sadjadi meninggalkan seorang istri, Nyai Hj. Chammah Sadjadi, 5 putra dan 3 putri. Di kaki gunung Sindoro, Parakan Temanggung ada juga salah satu murid Mbah Dalhar yang menjadi mursyid, pejuang revousi ini terkenal dengan ponpes Kyai Parak Bambu Runcing
Sosok KH Ahmad Abdul Haq Putra Mbah Dalhar Watucongol Magelang, Sejak Usia Dini Tahu Makam Para Waliyullah yang Belum Dikenali Warga. Redaksi 08 September 2023 13:01:11. Foto KH Ahmad Abdul Haq (Mbah Mad)
Beranda Tokoh Meneladani Sang Pemilik Ilmu Laduni, Mbah Mad Watucongol Meneladani Sang Pemilik Ilmu Laduni, Mbah Mad Watucongol Pecinta Ulama ID 10/04/2016 06:17:00 PM. Salah seorang putra (alm) KH Ahmad Abdul Haq Dalhar (Mbah Mad), KH Agus Aly Qayshar, menceritakan bahwa salah satu kelebihan Mbah Mad yang dimiliki sejak kecil adalah
.
putra putri mbah dalhar watucongol