Tekanankompresi kendaraan bermotor diperiksa setiap pekerjaan . a. Memeriksa busi. b. Tune up. C. Memeriksa aki. d. Memeriksa kepala selinder. e. Memeriksa kopling. 7. Salah satu penyebab tekanan kompresi rendah adalah katup-katup . a. Katup bengkok. b. Katup patah. C. Katup bocor/ tidak rapat. d. Banyak kerak karbon di torak. e. Semua benar Kebanyakanmesin bensin bekerja dengan baik antara 140PSI (95BAR) hingga 220PSI (15BAR) tergantung spesifikasi standar masingmasing model/merek mesin Untuk mesin diesel umumnya bekerja di kisaran 600PSI jadi pastikan alat tes kompresi harus sanggup mengukur tekanan kompresi yang tinggi jika akan mengukur tekanan kompresi mesin diesel. Tekanankompresi kendaraan bermotor diperiksa setiap pekerjaan tune up (service berkala). Besarnya tekanan kompresi tergantung dari data masing masing jenis kendaraan yang dikeluarkan dari pabrik. Secara umum besar tekanan kompresi 13,5 bar 1,5 bar. 7). Tekanankompresi kendaraan bermotor diperiksa setiap pekerjaan tune up (service berkala). Besarnya tekanan kompresi tergantung dari data masing masing jenis kendaraan yang dikeluarkan dari pabrik. Secara umum besar tekanan kompresi 13,5 bar 1,5 bar. (1). Tekanan kompresi rendah dapat disebabkan oleh: - penyetelan katup yang salah (terlalu rapat) Tekanankompresi kendaraan bermotor diperiksa setiap pekerjaan tune up (service berkala). Besarnya tekanan kompresi tergantung dari data masing masing jenis kendaraan yang dikeluarkan dari pabrik. Secara umum besar tekanan kompresi 13,5 bar kurang lebih 1,5 bar. Demikian pembahasan kali ini semoga bermanfaat, terimakasih sudah mampir. Tekanankompresi mesin dengan dua cara, yaitu: secara manual dengan menggunakan compresion gauge atau secara elektronik dengan menggunakan engine analyzer untuk mengukur kompresi saat starting. Pada pemeriksaan secara elektronik, computer analyzer memperkirakan tekanan kompresi pada setiap silinder mesin dengan mengukur perbedaan tipis putaran . Hipotesis penelitian adalah hipotesis yang dirumuskan untuk menjawab permasalahan dengan menggunakan teori-teori yang ada hubungannya relevan dengan masalah penelitian dan belum berdasarkan fakta serta dukungan data yang nyata merupakan jawaban sementara terhadapmrumusan masalah penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Penelitian yang merumuskan hipotesis yaitu penelitian jenis mix method. Hipotesis yang akan diuji pada penelitian ini adalah sebagai berikut H1 Ada pengaruh pada optimalnya proses pengisian udara ke dalam botol angin di MV. Teluk Bintuni yang diakibatkan karena kebocoran pada katup isap dan tekan. H0 Tidak ada pengaruh pada optimalnya proses pengisian udara ke dalam botol angin di MV. Teluk Bintuni yang akibatkan karena kebocoran katup isap dan tekan. H1 Ada pengaruh pada optimalnya proses pengisian udara ke dalam botol angin di MV. Teluk Bintuni yang diakibatkan karena ausnya pada ring piston. H1 Tidak ada pengaruh pada optimalnya proses pengisian udara ke dalam botol angin di MV. Teluk Bintuni yang akibatkan karena ausnya pada ring piston. 21 BAB III METODE PENELITIAN Pendekatan dan Desain Penelitian Metodologi berasal dari penggabungan kata yang berasal dari bahasa yunani, yang artinya methodos dan logos. Methodos ialah melalui dan logos ialah ilmu pengetahuan. Metode penelitian memiliki peranan penting untuk membantu manusia dalam memperoleh pengetahuan untuk memecahkan permasalahan. Dengan metode ini akan diperoleh suatu data dan data tersebut akan dicapai suatu kebenaran. Metode penelitian ini menggunakan metode SWOT dan SHEL, dalam membuat penelitian SWOT menggunakan beberapa faktor dari tiap-tiap faktor yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan kemudian dapat diperoleh dari beberapa faktor SWOT ini kedalam metode SHEL yang berkaitan dengan faktor lingkup lingkungan dan manusia. Waktu dan tempat penelitian Penelitian ini dilakukan pada saat peneliti melaksanakan praktek laut diatas kapal pada bulan September 2020 sampai dengan bulan September 2021. Tempat penelitian Pada saat peneliti yang melaksanakan praktek laut sebagai kadet mesin di MV. Teluk Bintuni kapal container milik PT. SPIL Salam Pacific Indonesia Lines dengan rute pelayaran NCV Near Coastal Voyage. Fokus dan Lokus Penelitian Fokus Penelitian Fokus penelitian menjelaskan objek pada penlitian kualitatif yang fokus dan lokus menjadi sasaran. Target penelitian dilakukan agar tidak terlalu fokus dengan judul dan dapat tergambarkan melalui rumusan masalah. Fokus penelitian yang digunakan dalam masalah ini adalah pada pesawat bantu Main Air Compressor yang mengalami penurunan pada tekanan kompresi dalam proses pengisian ke dalam botol angin. Dengan menurunnya tekanan kompresi yang dihasilkan maka akan kesulitan dalam mengoperasikan permesinan bantu lainnya diatas kapal. Lokus Penelitian Lokus penelitian adalah tempat dimana peneliti melaksanakan Praktek Laut PRALA di MV. Teluk Bintuni jenis kontainer selama kurang lebih satu tahun. Dengan berdasarkan pengamatan secara langsung di atas kapal pada saat kapal akan berangkat dari Jakarta menuju Padang saat akan melakukan start mesin induk Main Air Compreesor mengalami masalah lamanya pengisian udara ke dalam botol angin yang disebabkan turunnya tekanan kompresi pada kompresor udara yang tidak sesuai atau kurang dari 20 bar. Sumber Data Penelitian Sumber data ini diperoleh peneliti untuk penyusunan skripsi ini adalah data-data yang langsung didapatkan dan dikumpulkan oleh peneliti selama melaksanakan praktek laut di atas kapal dan berdasarkan hasil pengamatan penulis sendiri. sumber data yang digunakan antara lain Data primer Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh langsung berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh peneliti. Yang diperoleh dengan hasil survey antara peneliti dengan perwira atau crew di atas kapal untuk mendapatkan sumber penelitian. Data sekunder Sumber data adalah sumber data yang diperoleh dari bahan materi keperpustakaan seperti buku-buku atau referensi-referensi yang ada untuk mendukung dalam penulisan penelitian ini. Data sekunder tersebut digunakan untuk memperkuat data primer. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Metode pengumpulan data merupakan suatu langkah yang paling penting didalam penelitian. Karena tujuan utama penelitian adalah untuk mendapatkan data dari penelitian tersebut. Peneliti harus mengetahui metode pengumpulan data agar peneliti mendapatkan data yang lengkap dan memenuhi standart. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara, seorang peneliti harus menggunakan metode-metode tertentu agar bisa mengumpulkan data secara lengkap sesuai dengan tujuan penelitian tersebut. Dalam penyusunan skripsi ini, ada beberapa langkah-langkah yang diambil oleh peneliti untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Mertode tersebut antara lain Metode Observasi Pengamatan Metode observasi merupakan metode yang diperoleh dengan mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap permasalahan yang terjadi didalam penyusunan skripsi ini. Dengan metode observasi ini maka peneliti akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang cukup banyak dalam mengumpulkan data tersebut. Observasi yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan mengalami permasalahan pada pengoptimalan kinerja Main Air Compresor terhadap pengisian botol angin di MV. Teluk bintuni. Metode observasi yang penulis lakukan selama melaksanakan praktek laut diatas kapal dengan menganalisa permasalahan pada kinerja kompresor tersebut dengan pengamatan yang dilakukan oleh crew mesin maupun masinis di atas kapal. Metode studi Pustaka Metode studi pustaka adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data secara lengkap berdasarkan buku-buku, referensi, karya ilmiah, tesis, disertasi maupun dari sumber lain. Dengan menggunakan metode ini maka akan semakin lengkap dalam mengumpulkan data untuk penyusunan skripsi ini. Manfaat dalam metode studi kepustakaan antara lain Mendapatkan data yang lebih luas berdasarkan permasalahan tersebut. Memberikan data dan penjelasan lebih banyak dan lebih rinci. Menggali teori-teori dasar dan konsep yang dikemukakan oleh para ahli terdahulu. Dokumentasi Dokumentasi adalah teknik mengumpulkan data dengan cara menggali data berupa variabel, transkrip, buku, angka, tulisan, maupun gambar yang berupa laporan untuk mendukung dalam penyusunan penelitian ini. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara melihat arsip-arsip maupun dokumen yang terdapat di dalam kamar mesin agar mendapatkan data yang lebih akurat. Wawancara Wawancara adalah suatu kegiatan tanya jawab dengan seseorang yang dibutuhkan untuk dimintai keterangan atau pendapat tentang beberapa hal. Teknik ini dilakukan agar peneliti dapat memperoleh data secara lengkap dan akurat. Dalam kegiatan ini peneliti melakukan wawancara dengan masinis tiga selaku perwira mesin yang mempunyai tanggung jawab penuh terhadap perawatan Main Air Compresor di MV. Teluk Bintuni. Dalam melakukan kegiatan ini peneliti telah melakukan kegiatan wawancara yang dibahas antara lain Apakah tekanan kompresi pada kompresor dapat mempengaruhi kinerja pada Main Air Compresor Apa penyebab turun nya tekanan kompresi pada Main Air Compressor Bagaimana upaya yang dilakukan untuk optimalisasi tekanan kompresi pada Main Air Compresor. Teknik Keabsahan Data Data dari suatu pihak diperiksa kebenarannya dengan cara memperoleh informasi dari sumber lain. Untuk menguji keabsahan data ini diperoleh dari objek penelitian yang akan dibahas dan membandingkan data-data atau informasi yang diperoleh dengan cara yang berbeda-beda. Pada penelitian ini menggunakan metode triangulasi. Sugiyono 2013, triangulasi adalah suatu pendekatan analisa data yang menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data dari sumber data yang berbeda. Pengumpulan data diperoleh dari masinis III selaku masinis yang bertanggung jawab terhadap permesinan bantu Main Air Compressor, crew engine, dan teman-teman program studi Teknika. Kemudian peneliti membuat data-data yang diperoleh mengenai dari turunnya tekanan kompresi pada Main Air Compressor. Hal ini dimaksudkan agar peneliti bisa mendapatkan hasil yang lebih luas dan lebih valid dalam menyelesesaikan penelitian ini. Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan suatu metode atau cara untuk mengolah beberapa data menjadi informasi, sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dimengerti dari permasalahan pada penulisan. Tujuan dari analisis data yaitu untuk mendefinisikan sebuah data agar data mudah dimenegerti dan dijadikan dasar dalam pengambilan kesimpulan. Dalam penulisan ini peneliti menggunakan dua macam metode yaitu metode SWOT dan analisis SHEL, antara lain Analisis SWOT Pada penulisan ini peneliti menggunakan metode penelitian analisis SWOT. Metode SWOT ini merupakan singkatan dari Strengths kekuatan, Weakness kelemahan, Opportunities peluang, dan Threats ancaman. Analisis SWOT ialah metode yang mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada permasalahan yang dihadapi agar tersusun dan diperoleh dalam hasil masalah yang sederhana. Dari pengertian SWOT diatas akan dijelaskan sebagai berikut Kekuatan Strengths yaitu faktor-faktor yang memiliki kekuatan pada permasalahan tersebut, sehingga kompresor udara di atas kapal dapat berfungsi dan beroperasi dengan baik. Kelemahan Weakness yaitu semua faktor yang dapat merugikan dan akan berdampak kompresor udara tidak beroperasi dengan maksimal. Peluang Opportunities yaitu berbagai keadaan pada lingkungan yang menguntungkan dan tentunya bermanfaat agar kompresor udara selalu dalam kondisi baik, sehingga kompresor udara dapat bekerja optimal. Ancaman Threats yaitu sesuatu hal yang bersifat mengancam kemudian dapat mendatangkan kerugian bagi kompresor udara di atas kapal. Dengan memperoleh suatu faktor dari kekuatan Strengths, kelemahan Weakness, kesempatan Opportunities, dan ancaman Threats maka akan didapat bagaimana solusi untuk mengatasi kurang optimalnya kinerja kompresor udara terhadap pengisian botol angin diatas kapal untuk menunjang pengoperasian mesin bantu di atas kapal. Berdasarkan empat bagian yang telah disebutkan mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Peneliti melakukan analisis SWOT dengan menentukan faktor-faktor penyebab kurang optimalnya kinerja main air compressor di MV. Teluk Bintuni sebagai berikut Tabel Faktor Internal dan Eksternal Faktor Internal No Kekuatan S No Kelemahan W 1. Faktor 1 1. Faktor 1 2. Faktor 2 2. Faktor 2 3. dst… 3. dst… Faktor Eksternal No Peluang O No Ancaman T 1. Faktor 1 1. Faktor 1 2. Faktor 2 2. Faktor 2 3. Dst. 3. dst… Metode SHEL Metode SHEL merupakan model suatu metode yang berkaitan dengan faktor manusia yang menjelaskan ruang lingkup faktor manusia dan membantu dalam memahami hubungan faktor manusia antara sumber daya lingkungan sistem pelayaran dan komponen manusia dalam sistem pelayaran. SHEL mempelajari interaksi antara Software, Hardware, Environment, Liveware. Berikut merupakan penjelasan dari tiap-tiap bagian SHEL Software Faktor ini tidak hanya mengacu pada faktor perangkat lunak pada komputer saja tetapi faktor faktor lain seperti prosedur kerja, dan prosedur perawatan komponen. Hardware Faktor ini mengacu pada perangkat keras atau komponen fisik suatu hal dan bukan merupakan faktor dari makhluk hidup. Environment Faktor ini mengacu pada faktor lingkungan yang dapat menyebabkan suatu permasalahan pada kinerja Main Air Compressor. Liveware Mengacu pada bagian faktor makhluk hidup lain yang dapat menyebabkan suatu permasalahan. Dari metode SHEL ini setiap orang harus berinteraksi dengan empat komponen yang lain dan melakukan interakasi yang berkaitan dengan orang ataupun masing-masing komponen lainnya, teori ini diyakini dengan sebagian besar kecelakaan pada pengoperasian adalah dari kesalahan manusia sendiri. Oleh sebab itu didalam prinsip faktor manusia tiap individu baik yang akan mengambil bagian pada operasi atau pada bagian pendukung pengoperasian sistem yang dimiliki oleh setiap kemampuan individu yang memiliki keterbatasan. 31 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Gambaran Umum Obyek Penelitian Objek penelitian merupakan suatu topik permasalahan yang dilakukan dalam sebuah penelitian. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian pada saat melaksanakan praktek laut diatas kapal MV. Teluk Bintuni selama kurang lebih 12 bulan. Objek penelitian tersebut yaitu pesawat bantu Main Air Compressor. Main Air Compressor merupakan pesawat bantu diatas kapal yang berfungsi untuk mengkompresikan/memampatkan fluida udara maupun gas dari tekanan yang lebih rendah ke tekanan yang lebih tinggi yang digunakan untuk keperluan permesinan bantu diatas kapal baik di dalam kamar mesin maupun di deck. Di bawah ini merupakan data-data dari kompresor yang terdapat dikapal MV. Teluk Bintuni sebagai berikut Main Air Compressor Manufacturer Yanmar SC-7n Delivery air pressure 3 Mpa Delivery air quantity 20 m³/h Revolutions 1000 rpm Power required 5 kW Serial no. 80344 Gambar Main Air Compressor MV. Teluk Bintuni Sumber Data Pribadi Prinsip Kerja kompresor udara Prinsip kerja kompresor udara terdiri dari 2 langkah, yaitu langkah isap dan langkah kompresi. Pada langkah isap torak bergerak dari atas turun ke bawah, sehingga ruang di atas torak mengembang. Tekanannya turun di bawah tekanan udara luar. Katup isap akan terbuka karena perbedaan tekanan, sehingga udara akan terhisap masuk ke dalam silinder. Pada proses kompresi, torak bergerak keatas, kemudian ruang di atas torak mengecil akhhirnya tekanan akan naik lebih besar daripada tekanan pada udara luar. Katup hisap akan menutup kembali karena tekanan di dalam ruang atas torak lebih besar daripada tekanan udara luar, sebaliknya maka katup tekan akan terbuka, dengan demikian udara di dalam silinder akan terdorong keluar. Proses pengisapan dan penekanan akan berlangsung berulang dan periodik. Gambar Sketsa cara kerja kompresor udara Fakta dan kondisi Berdasarkan waktu saat pengisian botol angin melalui kompresor udara yang sangat lama, setalah melakukan observasi tersebut lalu masinis 3 di kapal selaku penanggung jawab penuh permesinan bantu tersebut melakukan pengecekan terhadap kompresor. Setelah melakukan pengecekan terhadap ring piston ternyata ring piston yang sudah aus akan menyebabkan suhu dan tekanan akhir kompresi sangat rendah dan packing mengalami kerusakan sehingga kerusakan pada packing akan mengakibatkan kebocoran saat kompresi. Pembahasan Analisa merupakan langkah utama dalam mencari penyelesaian suatu masalah. Untuk mendapatkan data yang akan dianalisis, peneliti mengumpulkan data-data yang diperoleh selama melaksanakan praktek laut di MV. Teluk Bintuni yaitu masalah pengoptimalan kinerja Main Air Compressor terhadap pengisian botol angin. Dengan tujuan penelitian ini peneliti dapat menganalisa penyebab apa saja yang mempengaruhi kinerja pada compresor dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Diatas kapal kompresor sangat penting dalam pendukung proses pengoperasian mesin bantu lainnya, kompresor sangat diperlukan dalam kebutuhan udara di kamar mesin maupun di deck. Kompresor harus selalu diperhatikan dan selalu dilakukan perawatan secara baik dan teratur. Metode analisis SWOT Dalam analisa hasil penelitian peneliti menggunakan metode penelitian SWOT. SWOT adalah metode yang membahas faktor internal yaitu ancaman dari dalam kapal yang berkaitan kekuatan Strengths dan kelemahan Weakness dan faktor eksternal yaitu ancaman dari luar kapal berkaitan peluang Opportunities dan ancaman Threats. Setelah melakukan identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal diatas. Berikut ini peneliti menjelaskan mengenai tiap-tiap faktor di atas. Identifikasi faktor internal Dari hasil observasi terhadap Main Air Compresor di MV. Teluk Bintuni, peneliti menemukan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Main Air Compresor tidak dapat bekerja secara optimal. Faktor-faktor tersebut adalah Kekuatan Strengths Kualitas permesinan bantu diatas kapal yang baik. Dengan kondisi Main Air Compressor yang bekerja dengan optimal maka kebutuhan udara untuk permesinan bantu diatas kapal akan semakin baik. Spare part yang berkualitas. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja pada Main Air Compresor karena jika spare part yang tidak sesuai dapat mengakibatkan kompresor tidak bekerja secara maksimal dan selalu mengalami perbaikan. Program PMS Plan Maintenance System yang sesuai. Perawatan yang sesuai dan terencana sangat penting dilakukan agar kompresor selalu dalam keadaan baik. Pengoperasian pesawat yang sesuai dan mudah dipahami. Pengoperasian yang sesuai dan dilakukan dengan benar maka kompresor akan selalu terjaga dan tidak akan mengalami kerusakan. Spesifikasi minyak lumas yang sesuai. Spesifikasi minyak lumas yang tidak sesuai dapat mengakibatkan turunnya tekanan minyak lumas Main Air Compressor. Kelemahan Weakness Kurang lengkapnya spare part pengganti diatas kapal. Hal ini sangat berakibat fatal jika kompresor mengalami kerusakan namun tidak ada spare part pengganti diatas kapal. Kebocoran pada katup isap dan tekan. Katup isap dan tekan sangat berpengaruh terhadap tekanan kompresi karena udara yang dihasilkan kurang maksimal. Ausnya pada ring piston. Ring piston yang aus akan menyebabkan tekanan kompresi yang dihasilkan kurang maksimal karena suhu pada tekanan kompresi yang rendah karena kurangnya kevakuman udara. Tidak melakukan PMS Plan maintenance system dengan baik. Kurangnya kualitas crew kapal ini dapat mengakibatkan PMS Plan Maintenance System diatas kapal tidak dapat berjalan dengan baik. Minyak lumas menjadi lebih boros. Hal ini disebabkan karena minyak ikut terbakar saat kompresi berlangsung sehingga akan lebih sering menambah minyak lumas saat kompresor akan digunakan. Identifikasi faktor eksternal Dari hasil analisa terhadap faktor eksternal yang berhubungan dengan Main Air Compressor di kapal MV. Teluk Bintuni yang mengakibatkan kompresor tidak beroperasi dengan baik. Faktor-faktor tersebut adalah Peluang Opportunities Seleksi perusahaan dalam mencari ABK yang berkualitas. Pengetahuan masinis 3 selaku perwira mesin yang bertanggung jawab terhadap perawatan dan pengoperasian Main air Compressor sudah sangat baik dan sudah berpengalaman menjadi masinis 3 selama 3 tahun. Rencana perawatan yang sesuai dan optimal. Perawatan yang sesuai dilakukan perwira mesin dengan memperhatikan jam kerja running hours mesin dari masing-masing bagian kompresor tersebut. Dapat mengoperasikan mesin bantu dengan baik. Dengan adanya Instruction Manual book maka kompresor akan selalu dioperasikan secara baik dan sesuai aturan. Supply kualitas minyak lumas yang sesuai. Dengan kesesuaian spesifikasi minyak lumas yang digunakan kompresor maka akan mengurangi gaya gesek secara langsung antara benda yang saling bergesekan. Kualitas suku cadang yang semakin baik. Hal ini sangat penting untuk memberikan peluang agar kompresor selalu dalam keadaan yang optimal. Ancaman Threat Sulit untuk mencari ABK yang berkualitas. Perusahaan akan sangat bergantung pada ABK yang berkualitas dengan pengalaman yang cukup banyak yang mengakibatkan perusahaan akan kesulitan untuk mencari ABK yang sesuai dengan ketentuan. Terhambatnya dalam pengiriman muatan. Jika kompresor mengalami masalah pada saat pengoperasian mesin bantu di atas kapal, hal ini berdampak pada proses terhambatnya dalam persiapan mesin induk sehingga mengakibatkan pengiriman tidak sesuai dengan yang di jadwalkan. Timbulnya sulit dalam mengoperasikan mesin bantu. Dalam mengoperasikan mesin induk ataupun mesin bantu lainnya dibutuhkan udara start untuk mengoperasikannya. Jika kompresor mengalami masalah maka akan sulit untuk memenuhi kebutuhan udara di atas kapal. Ketersediaan spare part yang minim. Jika spare part yang tersedia di atas kapal sangat minim, maka akan menyebabkan terhambatnya dalam proses perbaikan sehingga mengakibatkan bagian-bagian dari mesin telah habis jam kerjanya dan tidak dapat dilakukan proses penggantian. Meningkatnya biaya perawatan dan pengoperasian kapal. Hal ini akan mengakibatkan lebih banyak perawatan karena perawatan kompresor yang tidak dilakukan sesuai dengan jam kerja sehingga membutuhkan lebih banyak biaya operasional kapal. Setelah mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal, maka untuk penilaian dari setiap faktor diperoleh tabel faktor internal yang terdiri dari kekuatan Strengths, dan kelemahan Weakness. kemudian faktor eksternal yang terdiri dari peluang Opportunities, dan ancaman Threats. Tabel Faktor Internal dan Eksternal FAKTOR INTERNAL KEKUATAN S KELEMAHAN W 1 Kualitas permesinan bantu diatas kapal 5 Spesifikasi minyak lumas yang sesuai 5 Minyak lumas menjadi lebih boros 2 Terhambatnya dalam pengiriman muatan 3 Dapat mengoperasikan mesin bantu dengan baik

tekanan kompresi kendaraan bermotor diperiksa setiap pekerjaan